Perkembangan Internet dan Teknologi Informasi pada abad ini kian
membubung bagai tak terbendung. Sadar atau tidak, manusia mulai
menciptakan sendiri "ketergantungannya" terhadap teknologi tersebut.
Tetapi harus diakui, bahwa penggunaan internet dalam kehidupan manusia,
ibarat menggunakan pisau bermata dua. Dampak penggunaan internet ibarat
dua kutub yang berlawanan. Plus dan Minus. Di satu sisi, internet
memiliki manfaat luar biasa dalam "mendekatkan mereka yang berjauhan".
Tetapi disisi lain, internet juga "menjauhkan mereka yang berdekatan".
Tidak hanya itu, internet dalam pengaruh negatifnya, dapat menyebarkan
virus-virus "mematikan" semacam
cyberbullying,
hoax, phising sampai pada
cyber crime.
Menyadari bahaya penggunaan internet, maka Lembaga Kemahasiswaan
Fakultas Teknologi Informasi menyelenggarakan rangkaian Seminar
"Ultimate IT" yang salah satu topiknya adalah
Safety Browsing and Web Security for Client yang
membahas tentang bagaimana berinternet secara sehat dan aman untuk
pengguna. Seminar ini dilaksanakan pada tanggal 15 Februari 2013.
Berikut adalah beberapa kutipan dari makalah yang saya sampaikan pada
seminar tersebut.
Cyberbullying
Cyberbullying berasal dari dua kata.
Bullying berarti
tindakan berulang-ulang, dilakukan secara agresif dan bertujuan untuk menyakiti. Kata
Cyber,
berarti dilakukan di dunia maya. Jadi cyberbulying merupakan aktivitas
menggunakan teknologi informasi dan komunikasi secara disengaja,
berulang, mengandung permusuhan, yang dilakukan oleh individu atau
kelompok dengan tujuan untuk melukai orang lain (baik secara kelompok
maupun indvidu).

Secara tidak sadar, seringkali kita terlibat menjadi pelaku
cyberbully.
Tengok saja serangan bertubi-tubi yang dilakukan oleh sekelompok orang
di forum-forum dunia maya terhadap tokoh-tokoh yang dianggap "musuh
bersama". Lihat cacian, makian, umpatan dari kelompok pro KPSI kepada
Johar Arifin, atau sebaliknya kelompok pro PSSI kepada pengurus KPSI.
Itu adalah contoh sederhana
cyberbully. Cyberbully dapat
menimpulkan dampak yang luar biasa, apalagi jika ditujukan kepada
personal. Beberapa kasus bahkan telah menghilangkan nyawa orang. Seperti
kasus Amanda Todd, remaja Kanada ini terpaksa harus mengakhiri
hidupnya. Ia mengalami keresahan, “depresi berat” dan kepanikan setelah
sebuah foto payudaranya, muncul di sebuah video chat online dengan orang
asing, dan didistribusikan di komunitasnya di provinsi British
Colombia. Sejak itu ia mulai di bully oleh teman-temannya sendiri.
Karena tidak tahan, ia kemudian memilih mengakhiri hidupnya sendiri.
Beberapa kasus cyberbully juga melanda gadis-gadis Indonesia. Ada
Marietha Nova Trianing, remaja asal Sidoarjo yang dilarikan oleh salah
seorang teman laki-lakinya yang ia kenal di Facebook. Dan juga Sylvia
Russarina, mahasiswi fakultas kedokteran Semarang yang sempat heboh
dikabarkan hilang, dan ternyata telah dilarikan oleh pria teman
Facebook-nya.
Maka berhati-hatilah menggunakan internet.
Kedepankan rasio dan
selalu pikirkan sebelumnya ketika Anda akan memposting sesuatu di
internet. Jangan terlalu reaktif menanggap isu-isu yang dilontarkan di
Internet. Ingat bahwa ketika Anda memposting sesuatu di Internet, maka
siapapun yang terhubung dengan Anda bisa melihat hal tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar